Jumat, 08 Agustus 2025

Workshop seni rupa

Pelatihan seni rupa untuk guru SD

Tujuan : 

- Meningkatkan kematangan siswa dalam berbagai fungsi belajar (motorik, atensi konsentrasi, persepsi) melalui kegiatan eksplorasi berkarya seni

- Mengembangkan kreativitas anak (ide original, fleksibilitas, kelancaran, organisasi ide)

- Latihan guru untuk memberi respon bertanya, memperdalam, mendorong ide gagasan, menginspirasi , bersabar menunggu ide dlsb agar ide anak berkembang lebih baik melalui berkarya seni rupa.


Materi Dasar Seni Rupa: (Galeri 1)

- Gambar bentuk
    -- bentuk dasar sebuah benda
        --- pendekatan cara menggambar secara struktur dasar (teoritis)

Praktek:
- Gambar telur, ayam,  botol dll dengan pendekatan struktur bentuk (lingkaran + garis lurus)
`    -- melatih keberanian menarik garis

- Gambar perspektif
    -- diberikan di kelas 4, 5, 6 mempertimbangkan pemahaman konsep ruang

Praktek:
- Gambar 3 buah tiang listrik pada foto pemandangan
`    -- Pemahaman dasar jauh-dekat (besar-kecil) dg satu titik hilang

- Gambar imajinasi
    -- sejak dini dibiasakan berani berkarya serta bercerita sesuai minat

Praktek:
- Gambar bercerita sesuka hati si anak
`    -- Melatih keberanian bercerita lewat gambar
     -- Abaikan dulu konsep logika pacu keberanian bercerita orisinal

- Nirtmana 2 dimensi
    -- latihan-latihan membuat karya nirmana 2 d yang sederhana
        --- nirmana dg garis (latihan keluwesan dan kreativitas
             latihan arsisr garis: rumput, semak, pohon dll

Praktek:
- Membuat garis-garis dengan bebas tanpa rasa takut
- Membuat motif anyaman bambu (garis kiri-kanan dan atas-bawah)
- Mengarsir bentuk sederhana dg garis (pola baju dll)

`    -- Melatih keberanian anak untuk menunangkan idenya
     -- Berlatih membuat pola

- Nirmana 3 dimensi
    -- mengenalkan pola dan susunan sederhana
       --- menyusun benda tutup botol, stik es krim, sedotan dll
            membuat 
kandang jangrik, kap lampu
            membuat karya merasakan pemahaman pola pengulangan

            

- Fotografi
    -- Mengenalkan fotografi yang semakin mudah dan dekat dg anak-anak
        --- belajar pemahaman dasar memotret dan pencahayaan
        --- foto dokumentasi yang baik 5W 1H

Fotografi 1, Fotografi 2, Fotografi 3, Fotografi 4

- Kerja studio
    -- Memberikan dan mendorong siswa/i berkarya dengan berani dan
    -- Mempersiapkan portfolio sejak dini serta bisa ikut ajang lomba internasional atau nasional serta pendampingan bakat.

Khalisya, Khalisya 2, Khalisya 3
Kibar

Titan
Zaid


Pameran akhir tahun ajaran
    -- Pameran bersama sebagai acara apresiasi dan juga cara bagi raport ala studio RSRZ

Galeri 1Galeri 2, Galeri 3

Seni Rupa berbasis projek pelajaran di sekolah
(yang dalam pelaksanaannya berkolaborasi dg mata pelajaran yang lain serta berkelompok)

- Membuat presentasi mapel tertentu menjadi sebuah karya seni + kolaborasi dg coding
- Membuat daftar piket kelas, mata pelajaran
- Membuat poster 
- Membuat sign (WC, Kelas, Dapur, Kantor, dll)
- Spanduk dll

Contoh materi projek seni rupa:

  1. Menggambar Sesuai Cerita: Menggambar adegan dari cerita pendek yang guru bacakan. Ini melatih konsentrasi, persepsi visual, dan kemampuan menerjemahkan narasi ke dalam gambar.

    Atau gambar bercerita masing-masig siswa ketika libur sekolah.

    Ajak siswa berani mengungkapkan ceritanya dengan cara menggambar siswa sesuai kemampuannya (tak peduli jelek yg penting berani).
    Tujuannya berani menggambarkan idenya.

    Galeri 1

  2. Kolase Tekstur: Kumpulkan berbagai bahan dengan tekstur berbeda (kain, daun, pasir, benang) dan minta siswa membuat kolase. Ini melatih motorik halus dan eksplorasi sensori.

    Berkreasi menghias topeng dg menempel bahan2 yang dipunyainya + ditambah cat


  3. Projek Robot Barang Bekas: Ajak siswa membuat patung dari bahan-bahan daur ulang seperti botol plastik, kardus, atau kaleng. Ini mendorong kreativitas dalam menemukan fungsi baru dari objek.

    Membuat mobil balap dg bahan dinamo, baterei, kabel dan barang bekas lainnya membentuk kreasi mobil/kapal laut dll

    Galeri 1, Galeri 2, Galeri 3

  4. Melukis dengan Kaki/Tangan: Biarkan siswa bereksperimen melukis menggunakan bagian tubuh selain kuas. Aktivitas ini menantang kontrol motorik dan persepsi spasial.

    Berkreasi dengan cap jari membentuk image baru yang lebih imajinatif (gambar burung atau ayam dari cap jari tangan, gambar dino dari bayangan tangan dll)

  5. Cetakan Alami: Gunakan daun, bunga, atau sayuran untuk membuat cetakan di atas kertas. Ini mengajarkan tentang pola, bentuk, dan tekstur alam.

    Belajar berkreasi dengan pendekatan pola cetak, membuat irama, gerak, dll

    Galeri 1, 

  6. Menggambar dengan Mata Tertutup: Minta siswa menggambar objek yang mereka sentuh dengan mata tertutup. Tujuannya bukan hasil yang realistis, tetapi melatih koordinasi motorik dan ingatan taktil.

    Atau menggambar imajinasi masing-masing dari gabungan 2/3 benda, misal gabungan gajah + burung + ular


  7. Seni Garis Kontinu: Minta siswa menggambar tanpa mengangkat pensil dari kertas. Latihan ini meningkatkan fokus dan keteguhan tangan serta kesabaran.

    Menggambar contoh benda yg ada dikelas hanya dengan satu tarikan garis tanpa putus.

    Galeri 1,

  8. Lukisan Bayangan: Gunakan cahaya senter dan objek untuk membuat bayangan, lalu minta siswa melukis atau menggambar bayangan tersebut. Ini melatih persepsi tentang bentuk dan ruang. atau sebaliknya membuat wayang unik.

    Mennggambar bayangan tumbuhan/daundll dg bantuan sinar matahari.

    Galeri 1,

  9. Desain Pola Berulang (nirmana 2D): Ajak siswa membuat pola berulang menggunakan bentuk-bentuk geometris atau abstrak. Ini melatih organisasi ide dan ketelitian.

    menyusun pola (menjiplak, mencetak, mewarnai) ari bentuk dasar yang sudah disediakan guru

    Galeri 1,

  10. Melukis Ekspresif dengan Musik: Putar musik dengan genre yang berbeda dan minta siswa melukis apa yang mereka rasakan. Aktivitas ini mendorong ekspresi emosi dan fleksibilitas ide.

    Berkreasi dengan garis dan bunyi-bunyian.

    Galeri 1,

  11. Seni Dinding dari Benang: Gunakan benang dan paku di atas papan untuk membuat pola geometris. Ini melatih presisi motorik dan pemahaman konsep garis.

    Pakai alas triplek, kertas, paku dan benang, spidol warna.

    Galeri 1,

  12. Menggambar dari Perspektif yang Tidak Biasa: Minta siswa menggambar sebuah objek dari sudut pandang yang tidak biasa, misalnya dari bawah meja atau sangat dekat. Ini melatih persepsi spasial dan kemampuan melihat dari berbagai sudut pandang.

    Menggambar lalat dari susut mata manusia atau ari sudut microscope. (agmbar objek dari microscope)

    Galeri 1,

  13. Membuat Wayang dari Kardus: Ajak siswa membuat wayang dari kardus bekas, lalu ceritakan sebuah kisah dengan wayang tersebut. Ini menggabungkan keterampilan motorik, kreativitas, dan narasi.

    Jadikan salah satu cara mempresentasikan matpel di sekolah dg cara ini.

    Bisa juga membuat cerita wayang berkelompok. atau menggambar besar di triplek/kardus dari bayanganmu sendiri lalu dikreasikan.

    Galeri 1,

  14. Melukis Kaca/plastik: Sediakan cat khusus kaca dan media kaca untuk siswa berkreasi. Ini menantang kontrol motorik halus dan persepsi warna.

    Melukis di plastik membuat efek sorotan senter (gelap terang) dan mengenal layer

    Galeri 1,

  15. Seni Mozaik dari Kertas Bekas: Kumpulkan sobekan-sobekan kertas berwarna dan minta siswa membuat mozaik. Latihan ini melatih kesabaran, konsentrasi, dan organisasi visual.

    Karya mozaik dari potongan majalah bekas.

    Galeri 1,

  16. Menggambar Objek Tunggal dalam Berbagai Gaya: Minta siswa menggambar satu objek (misalnya, sebuah apel) dengan berbagai gaya: realistis, kartun, abstrak, dan lain-lain. Ini melatih fleksibilitas dan kelancaran ide.

    Berbagai macam style dalam menggmbar sesuai dengan kemampuan siswa.

    Galeri 1,

  17. Melukis dengan Bahan Alami: Gunakan arang, kunyit, daun pandan, atau tanah liat untuk melukis. Ini mendorong eksplorasi bahan dan pengetahuan tentang pigmen alami.

    Melukis dengan kopi, kunyit, dll

    Galeri 1,

  18. Tanah liat/sabun: Dengan pengawasan, biarkan siswa mengukir sabun mandi menjadi bentuk-bentuk sederhana. Ini melatih motorik halus dan keterampilan persepsi tiga dimensi.

    Membuat perhiasan gantungan kunci dll.

    Galeri 1, Galeri 2

  19. Membuat Gambar Animasi Sederhana (Flipbook): Minta siswa menggambar serangkaian gambar yang bergerak di atas kertas kecil untuk membuat "flipbook". Ini melatih urutan ide, kesabaran, dan pemahaman tentang gerakan.

    Membuat animasi sederhana di pinggir buku --> membuat gerak sedrhana. Memahami prinsip dasar animasi.


  20. Proyek "Satu Warna": Sediakan hanya satu warna cat, lalu minta siswa membuat karya seni yang bervariasi dengan cara mencampurnya dengan putih, atau dengan teknik yang berbeda. Ini menantang kreativitas dalam keterbatasan.

    Melukis dg tinta cina dg kuas, menggmabar silhuet.

    Galeri 1

Guru sebaiknya menjadi:
- teman dalam berkarya, ikut memotivasi dan kalau prlu berkarya bersama
- sebagai penyemangat dan sumber inspirasi bagi siswa
- tidak menghakimi karya tapi beri penghargaan apapun hasilnya
- berikan dorongan keberanian siswa berkarya sesuai kemampuan dan fun
- berikan apresiasi dalam bentuk memamerkan karya di sekolah


Worshop drypoint 

Praktek berkarya bersama menggambar di bekas kemasan Tetrapak dan pameran karya hasil workshop di sekolah.

Bahan dan alat:

- Mesin press (alat pres mie/molen)
- pena tungsten bisa paku tajam
- cat minyak
- pengencer (bensin/tinner)
- tisu dan kain lap
- kertas
- gunting
- cutter
- air
- tali/benang
- penjepit/solatip kertas
- Bekas kemasan teh kotak/santan/susu dll

Galeri 1, Galeri 2


Proses menggambar pada anak merupakan salah satu cara penting untuk mengekspresikan pikiran dan emosi mereka. Ini bukan hanya sekadar kegiatan mengisi waktu luang, tetapi juga tahapan perkembangan yang menunjukkan kematangan motorik, kognitif, dan emosional mereka.

Berikut adalah tahapan perkembangan menggambar pada anak dari usia 0 hingga 12 tahun dan kemampuan yang menyertainya.

Tahap Coretan (Scribbling)

Usia: 1-4 tahun

Tahap ini dimulai saat anak mulai menyadari bahwa gerakan tangan mereka dapat meninggalkan jejak di atas media gambar.

  • 1-2 tahun: Anak membuat coretan acak yang tidak terarah, biasanya dengan gerakan dari bahu atau siku. Mereka lebih fokus pada sensasi fisik dari gerakan itu sendiri, seperti suara krayon di atas kertas atau warna yang muncul. Coretan ini adalah bentuk eksplorasi pertama mereka terhadap sebab-akibat.

  • 2-3 tahun: Coretan mulai lebih terkontrol, ditandai dengan garis vertikal, horizontal, dan melingkar. Anak mulai memegang alat tulis dengan genggaman yang lebih kuat. Pada tahap ini, mereka mungkin mulai memberi nama pada coretan mereka, seperti "ini mobil" atau "ini matahari," meskipun bagi orang dewasa gambar itu belum terlihat.

  • 3-4 tahun: Anak mulai dapat menggambar bentuk-bentuk dasar seperti lingkaran dan garis-garis lurus dengan sengaja. Mereka masih suka bereksperimen dengan berbagai warna dan media.

Tahap Pra-Skematis (Pre-Schematic)

Usia: 4-7 tahun

Pada tahap ini, anak mulai mencoba merepresentasikan dunia di sekitarnya dengan gambar yang dapat dikenali.

  • Bentuk-bentuk dasar: Anak menggunakan bentuk-bentuk geometris sederhana untuk mewakili objek. Misalnya, manusia sering digambar sebagai "manusia kecebong" (lingkaran besar untuk kepala dengan garis-garis sebagai lengan dan kaki).

  • Tidak ada konsep ruang: Objek-objek sering kali terlihat "melayang" di atas kertas tanpa adanya garis dasar atau latar belakang. Proporsi juga tidak akurat, di mana objek yang dianggap penting bisa digambar lebih besar.

  • Warna emosional: Anak tidak selalu menggunakan warna yang realistis. Pohon bisa berwarna ungu, atau langit bisa berwarna hijau, karena mereka memilih warna berdasarkan preferensi pribadi atau emosi mereka.

Tahap Skematis (Schematic)

Usia: 7-9 tahun

Ini adalah tahap di mana anak mulai menggambar dengan lebih terstruktur dan konsisten.

  • Garis dasar: Anak mulai menggunakan garis dasar (baseline) untuk menempatkan objek, menciptakan kesan ruang yang lebih teratur. Mereka juga mungkin mulai menambahkan garis langit di bagian atas.

  • Representasi simbolik: Anak mengembangkan "skema" atau simbol-simbol mereka sendiri untuk objek-objek umum. Misalnya, rumah akan selalu digambar dengan bentuk yang sama.

  • Menambahkan detail: Gambar menjadi lebih terperinci. Anak mulai menambahkan detail-detail kecil yang penting bagi mereka, seperti saku di baju atau jendela di rumah.

Tahap Realisme Awal (Pseudo-Realism)

Usia: 9-12 tahun

Pada tahap ini, anak menjadi lebih kritis terhadap hasil karyanya dan berusaha membuat gambar yang lebih realistis.

  • Kesadaran ruang dan kedalaman: Anak mulai mencoba menunjukkan kedalaman dan perspektif dalam gambar mereka. Mereka mungkin mencoba menggambar objek yang lebih jauh menjadi lebih kecil, dan menambahkan detail bayangan atau tekstur.

  • Proporsi yang lebih akurat: Anak mulai memperhatikan proporsi tubuh manusia dan objek-objek lainnya. Mereka mungkin merasa frustrasi jika gambar mereka tidak terlihat seperti yang mereka inginkan.

  • Minat pada detail: Anak tertarik untuk mempelajari teknik-teknik baru, seperti menggambar kartun, manga, atau sketsa yang lebih detail. Mereka juga mulai peka terhadap pendapat teman sebaya tentang karya mereka.

Penting untuk diingat bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Dukungan orang tua sangat berperan penting di setiap tahapnya. Pujian atas usaha mereka, bukan hanya hasilnya, dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi anak untuk terus berkarya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kelas ekskul seni rupa

Dokumentasi kegiatan ekskul seni rupa di SDI Arrasyid Tangsel Kali ini materinya melukis di kanvas atau di karton menggunakan cat akrilik da...